avielletech.com – Peralatan dua warga negara (ASN) dalam jangkauan pemerintah secara resmi dinobatkan sebagai tersangka dalam kejahatan (korupsi) yang dituduh (korupsi) kejahatan.
Informasi yang dikumpulkan oleh avielletech.com dituduh menyeret dua orang ASN dalam kasus korupsi ketika mereka bertugas di kantor bisnis dan industri dan kantor industri (disdagin).
Dituduh melakukan korupsi sesuai dengan dua ASN yang terkait dengan proyek belanja publik untuk barang dan jasa pada tahun fiskal pada tahun 2022 dengan nilai lebih dari 1 miliar RP.
Baca juga: Kepala desa di Sukabumi dituduh melakukan korupsi ratusan juta, penduduk demo jaksa kantor yang menggambarkan perilaku kepala desa.
Salah satu orang ASN, yang ditunjuk sebagai orang yang mencurigakan dalam kasus korupsi, masih merupakan salah satu karyawan Dedisgin, sementara tersangka ASN lainnya sekarang telah beralih ke layanan penangkapan ikan Kabupaten.
Dikonfirmasi mengenai kasus dugaan korupsi, kedua ASN, Sekretaris Kabupaten Sukabumi dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Ganjar Anugrah, mengatakan kepada kru media bahwa jeda sementara saat ini sedang dilaksanakan.
Ganjar menjelaskan bahwa rilis sementara ini dilakukan sesuai dengan peraturan pemerintah.
Baca Juga: Kebenaran Baru Tentang Kasus Korupsi Impor Gula: lalu Diperiksa Tom Lembong dan Charles Sitorus
“Setelah ((), tersangka ditentukan oleh halaman 11 pada 2017 mengenai prosedur proses Pasal 2 276 PNS, ia menyatakan bahwa ketika pegawai negeri sipil ditunjuk oleh konteks penahanan, pegawai negeri sipil harus ditolak sementara sampai peraturan hukum,” kata Ganjar Anugrah.
Selain itu, menurut Ganjar, pembentukan penghentian pegawai negeri akan dilakukan jika orang tersebut dihukum dalam prosedur persidangan pengadilan.
“Jika tidak terbukti anggur, pegawai 100 % sipil dikembalikan dan jika rasa dosa terbukti, orang tersebut akan ditolak,” katanya.
Baca selengkapnya: Penjaksa penuntut untuk mendapatkan zat tenun di Sukabumi
Mengenai dua nama ASN, bernama mencurigakan dalam kasus korupsi yang dituduh, adalah.
“AR dalam layanan memancing kemudian adalah singkatan TS dari Badan Industri dan Bisnis, untuk posisi AR (sekarang) di tingkat administrator, untuk pejabat lain,” kata Ganjar.