Tatarmedia. Bulan Rajab yang Memasuki, Muslim di seluruh negeri sering menantangnya dengan tradisi yang berbeda.
Israel Mi’raj sendiri adalah dua perjalanan dari Nabi Muhammad suatu malam.
Israel Mi’raj tentu sangat penting bagi umat Islam, karena dalam hal ini Nabi Muhammad diperintahkan untuk menyelesaikannya sekali sehari dan lima kali sehari.
Baca juga: Festival! Piala Piala Darussalam VIII Piala Kadispora dimulai dengan Darussalam Bogor Bogor School of Bogor Bogor
Nah, karena tanah air ini memiliki banyak budaya, cara Illah Mirai diperingati berbeda.
Seperti Bandung, penduduk di sekitarnya selalu memiliki relay obor, menerjemahkan dengan menelepon dan berteriak untuk saling mendorong.
Dan Nyadran dari Semarang. Selama acara ini, publik menyalin salinan Sivarak yang buruk dari buah -buahan atau sayuran dan kemudian menuju ke desa.
Baca Juga: Harap dicatat bahwa Anda dapat mempelajari tentang warisan Merlawu di Turphandly: Ritual Suci di Bulan Galuh Kertabumi di Ramadhan
Bersama-sama dengan peringatan ini adalah musik tradisional, seperti lesung pipit dan Thek-tiga-tiga-tiga menghidupkannya.
Menariknya, warga mengenakan pakaian tradisional Jawa.
Ketiga, ada tradisi Rajaban. Tradisi Israel Mi’raj berasal dari Cirebon, yang masih berkembang di bagian tertentu Jawa Barat.
Baca Juga: Koki Hari Ini: Resep: Buat Payudara di Rumah dan Nikmati Pembuangan Jepang yang Khas
Peringatan ini sering dipenuhi dengan kuliah dari siswa, seperti masjid atau masjid, dan kemudian mendengarkan penonton untuk hadiah makanan ringan.
Tidak jauh berbeda dari Rajaban, tradisi keempat adalah Nganggung, yang membawa makanan dari setiap rumah dari Bangka dan kemudian membawanya ke tempat pertemuan yang besar.