Tatramidia.id – Hanya satu hari yang disembuhkan, Gubag – Carongi Station Railway Track Central Jawa, Gobogan Rejinsi, Distrik Gubag, Area Desa Pankrezo dan sekali lagi oleh meluapnya Sungai Tuntang.
Curah hujan yang berlebihan di wilayah Grabagon Regioni menyebabkan peristiwa bencana berikutnya untuk memecahkan jalur kereta api pada titik 32+5/7.
Abdul Muhari, kepala Pusat Informasi Informasi dan Komunikasi Bencana di BNPB, mengatakan bahwa karena aliran Sungai Tuntang, krisis menjadi lebih berat.
Baca lebih lanjut: Banjir telah menyebabkan kerusakan banjir karena kecepatan gobogan, bnpb dan pt kai.
“Lapangan air Sungai Tantang menyentuh bendungan kereta api sekitar jam 4:00 sore. Ketika aliran dengan aliran berat pada WIB, alirannya besar seperti seteguk air.
Dengan ketentuan bencana tambahan ini, perjalanan kereta Uttar Pradesh dibatasi lagi.
DOOP IV Semirang Again Bromong – Gundi – Gambringgun dan Bromong – Ekal – Surbaya mengubah kereta di kereta dan menutup jalan dan mengimplementasikan metode operasi teknik.
Baca lebih lanjut: Kereta api telah terputus di Grabagon Regioni, cuaca BNPB akan berubah
PT Kai juga kembali ke 11 tur kereta api untuk runtuhnya trek kereta api
Sebagai upaya untuk mengelola situasi darurat, Gobugan Regency Forkopamda segera melepas gugus tugas penanganan banjir, kepala Badan Manajemen Bencana Regional (BPBD), Badan Manajemen Bencana Regional dari Kabupaten Grobogan (BPBD).
BPBD, Basanas, TNI/Polar, Tagana, PMI, Bansar, Relawan dan Gugus Tugas Terkait Kembali ke Lapangan untuk Mendukung Tinjauan Cepat dan Manajemen Darurat dan PT Kai.
Baca lebih lanjut: Gorobon 7 Banjir di kereta api di kereta api telah sebagian ditransfer
“Kai sekarang telah memperingatkan ratusan petugas infrastruktur, alat berat dan bahan asisten lainnya yang mengandung air yang mengandung air.