avielletech.com-METEOROLOGI Badan Iklim dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa kondisi cuaca di sebagian besar Indonesia relatif bermanfaat di sebagian besar wilayah Indonesia tanpa peristiwa cuaca ekstrem yang jelas.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan tren potensi cuaca ekstrem menunjukkan penurunan dibandingkan dengan awal Desember 2024.
Menurut Dwikorites, ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk adanya pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan, yang mencegah monsun Asia, arus keluar dan infliers transatorial (dengan sen) untuk memasuki awan hujan di Indonesia barat.
BACA JUGA: Pakuan Raya Redaial Office Membakar Orang Tidak Diketahui, Polisi Permintaan Deteksi Dalang Setelah Burning
Selain itu, fenomena Oscilation Madden-Julian (MJO), yang tidak aktif di wilayah Indonesia, mulai mendinginkan anomali permukaan laut setelah Indonesia, membantu mengurangi pembentukan awan lokal yang menyebabkan hujan lebat, mengatakan.
Dwikorita percaya bahwa situasi ini memberi masyarakat kesempatan untuk merayakan Malam Tahun Baru.
Namun, itu mengingatkan orang pentingnya perubahan potensial dalam dinamika atmosfer.
Baca Juga: Korupsi yang Berbeda Harvey Moeis vs Rafael Alun: Suami Sandry Dewi Dihukum Hanya 6,5 tahun
“Meskipun situasi pada Malam Tahun Baru relatif jauh dari cuaca ekstrem, disarankan agar masyarakat terus memantau informasi terbaru dari BMKG. Perubahan atmosfer kemungkinan terjadi, terutama di daerah dengan riwayat bencana hidrolik seperti banjir dan banjir seperti banjir dan tanah longsor.
Dwikority memastikan bahwa BMKG akan terus memantau dinamika atmosfer secara real time untuk memberikan peringatan dini jika terjadi perubahan yang signifikan.
BMKG juga terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan persiapan untuk kemungkinan cuaca ekstrem.
Baca juga: 6 tips dan cara menyimpan sayuran dengan cepat
Sementara itu, Departemen Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, ibukota provinsi utara di Indonesia, seperti Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkal, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Pontianak, MANADO, MANADO, MANADOD Zoro diharapkan
Meskipun sekelompok Aceh, Pekanbar, Palembang, Bengkulu, Bangkulu Manokwari.