avielletech.com – Kantor Jaksa Penuntut (AGO) menyelesaikan penyelidikan atas kasus dugaan korupsi dalam mengimpor gula termasuk mantan Menteri Perdagangan Indonesia, Thomas Tricasih Lembong dan mantan direktur pengembangan bisnis PT Indonesian Company (PTI), Charles Sitorus.
Kasus ini terjadi pada periode 2015-2016 dan sekarang dalam fase akhir.
Pemimpin jenderal jaksa penuntut Harli Siregar mengatakan bahwa kedua tersangka diselidiki sebagai menyaksikan mahkota.
“Tom Lembong diselidiki untuk Charles dan Charles dieksplorasi pada Tom. Ini adalah langkah untuk menyelesaikan penyelidikan,” kata Harli Selasa (16 2012) di Jakarta.
Baca juga: 3 kasus korupsi baru -baru ini, Harvey Moeis telah bingung dengan uang korupsi, Tom Lembong pada ketua Koni Gianyar yang didakwa dengan cedera negara bagian itu
Menurut Harli, langkah ini menunjukkan bahwa penyelidikan kasus ini hampir selesai. “Ketika kedua tersangka diselidiki, itu berarti proses investigasi mendekati fase akhir,” tambahnya. Fakta Penting Dalam hal pelanggaran impor gula dalam aturan impor
Sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Tom Lembong, hanya perusahaan negara (BUMM) yang memiliki saran untuk mengimpor gula kristal putih (GKP) untuk memenuhi kebutuhan rumah.
Baca juga: teman korupsi yang berbeda Harvey Moeis vs Rafael Alun: Suami Sandry Dewi hanya dijatuhi hukuman 6,5 tahun
Namun, pada tahun 2016, Tom Lembong diduga mengizinkan sembilan perusahaan swasta mengimpor Sugar Crystal (GKM), yang kemudian disuguhi GKP.
Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran aturan dan kerusakan pada tanah.
“Dengan persetujuan dari dugaan Tom Lembong, sembilan perusahaan swasta diberikan untuk mengimpor GKM. Faktanya, menjaga stabilitas saham dan harga yang akan diimpor,” jelas Direktur Pengacara Umum Abdul Qohar.
Baca juga: Lulusan Bachelor -News dapat mendaftar! Penerimaan Inspektur Polisi untuk Sipssbanen 2025 SIP. Pemeriksaan Staf Khusus dan Sekretaris Negara
Penyelidik juga memanggil beberapa saksi penting, termasuk mantan staf khusus dan mantan Sekretaris Menteri Perdagangan.
Pada hari Rabu (1/8/2025), GNY, yang sebelumnya staf khusus oleh Menteri Perdagangan, diminta informasi tentang perannya dalam pengambilan keputusan. IDS, yang bekerja sebagai sekretaris Menteri Perdagangan pada tahun 2016, juga diselidiki untuk memperkuat bukti dalam kasus ini.