TATARMADIA.ID – Kebiasaan Minggu sangat kaya, sebagai salah satu warisan dari zaman kuno, yaitu merujuk pada Tabernacle.
Praktik kebiasaan tapayar ini diakui untuk bertemu hingga bulan depan.
Pada awalnya, kebiasaan yang menghadapi pembersihan ini dari kesalahan bagi orang -orang.
Baca Lagi: Mudah Memasak Hari Ini: Resep Lumppia adalah Cahaya Lembut
Tetapi sekarang kebiasaan Taga berarti bergerak atau makan sebanyak mungkin sebelum Ramadhan, dengan orang yang dicintai atau kerabat.
Moral, yang berasal dari abad ke -16, dari dua kata, gerbang, yang berarti menerima, dan pajar berarti fajar atau pagi. Jadi itu bisa diartikan sebagai fajar fajar.
Asal usulnya dimulai ketika seorang Mentanjur, yang merupakan daerah, bernama Bogahabuma, yang dipimpin oleh AIA Shira Vena Venuous III Me Iis (Away at Hope Hope.
Baca Lagi: Periksa Eksperimen di Hari itu? Miniania Legang adalah yang tinggi
Pada saat itu, semua warga berkumpul di Mosquer Cianque untuk menunggu pengumuman pertama.
Ketika mereka menyatakan, para pemimpin agama mengundang warga untuk berdoa untuk mereka sendiri dan berkah bagi Ramadhan dalam beberapa bulan.
Menariknya, tidak sedikit penduduk datang dengan membiarkan makanan di luar bersama.
Baca Lagi: Yang Unik berasal dari Breakginang Breakfast and Memasak
Saat acara ini berlanjut setiap tahun dan menyebar ke beberapa masjid seiring pertumbuhan waktu.
Sudah diketahui bahwa bulan sebelum bulan adalah Madan berbulan-bulan sebelum harus penuh.