Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Aakriti Infraa Solutions

AVIELLE TECH Penangkaran 80 Ekor Buaya di Cianjur Jebol Baru Tertangkap 5 Disekitar Pemukiman Warga - AVIELLE TECH NEWS

AVIELLE TECH Penangkaran 80 Ekor Buaya di Cianjur Jebol Baru Tertangkap 5 Disekitar Pemukiman Warga

TatarMedia.

Pelepasan buaya tersebut akibat rusaknya tembok penangkaran saat hujan deras pada Rabu (2/10/2024) malam hingga menimbulkan kepanikan warga Chianjur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TatarMedia.ID, peternakan buaya tersebut berlokasi di Jalan Perints Kemerdekaan, Desa Gunung Kalung, Desa Sayang, Kecamatan Chilanjur.

Baca Juga: Buaya Ancam Warga di Kawasan Hawa Gaga Tepi Selatan, Nelayan Diserang Buaya

Dalam beberapa video yang beredar luas, puluhan buaya terekam di habitat sungai, danau, dan sawah dekat peternakan.

“Kejadiannya tadi malam, tembok TK ambruk akibat hujan deras,” kata Kapolsek Chianjur Kompol Kahadi Mulia kepada media, Kamis (10/3/2024).

“Ditemukan pertama kali oleh salah satu penambang pasir di kawasan yang sama dengan peternakan buaya,” lanjut Cahyadi Mulya.

Baca Juga: Nelayan Diserang Buaya di Sungai Nirich Tepi Selatan

Kini, dengan bantuan buruh tani, warga, dan aparat terkait, mereka berupaya menangkap buaya berukuran 3-5 meter tersebut.

Secara terpisah, Kepala Desa Saiyang Wiji Eko, Rabu malam, mengatakan pengelola buaya telah berhasil menemukan buaya yang melarikan diri dan berkeliaran di sekitar lubang pasir.

“Iya, awalnya diketahui ada yang kabur karena masuk ke area penggalian C. “Dia langsung ditangkap dan dipenjara,” kata Echo.

Baca Juga: Macan Tutul Siemas Ganggu Warga Sukabumi

Pada Kamis pagi, warga juga banyak melihat dua ekor buaya di persawahan dan di sungai dekat pemukiman, lanjut Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *