Tataardia.ID – Media sosial keluar mengagumi 30,16 km setelah pagar laut, yang membentang dalam regensi Tangerang di perairan.
Pagar bambu tidak hanya menarik perhatian warga tetapi juga mengarah pada langkah -langkah yang diambil oleh perusahaan pemerintah.
Tugas langsung Presiden Prabu diperintahkan untuk menyegel pagar oleh Menteri Laut dan memancing Hakti Vahu Trengono karena ia dianggap ilegal dan terhambat oleh kegiatan nelayan setempat.
Juga baca. “BATUI HIJAU” milik saya di Cikebar Sukabumi, tanpa izin, membahayakan sanksi. Pagar laut 30 km di mangga
Direktur Eksekutif Sumber Daya Laut dan Perikanan (PSDKP), Sung Nujroho Sachet, mengatakan bahwa penyegelan itu dilakukan sebagai tanggapan, atas perintah Presiden Menteri Laut dan memancing.
“Presiden menginstruksikan saya dan pagi ini saya ditandatangani langsung. Negara tidak boleh kalah,” kata Kamis (9/2025).
Pagar laut ini, dibangun tanpa izin, adalah kekacauan bagi masyarakat, terutama bagi nelayan, karena mencegah masuk ke laut.
Juga baca. Foto. Ribuan pulau surga untuk keindahan kekasih dan dunia bawah air
Penyegel itu solid, dan pemerintah memberikannya kepada pemilik pagar selama 20 hari untuk membongkar struktur. Jika tidak, pagar akan menyamakan pemerintah.
Sebelumnya, Polisi Memorial PSDKP bersama (Direktur Eksekutif) memeriksa “Laut Penjara dan Layanan Memancing” (DKP) pada bulan September 2024.
Investigasi menunjukkan bahwa pagar itu direntangkan dari desa Margamuli ke desa Ketapang, dan Petra Mangga ke desa Ketapang ke desa Ketapang, menggunakan bau kapas.
Juga baca. Seagrass Business Cluster Ecosystems Penguatan Semaya Hamlet, Nusa Penida
Sumo Darwint menjelaskan bahwa lokasi zona pagar berada di zona nelayan, pada tahun 2023, dalam manajemen energi.
“Berdasarkan analisis data data data dari garis pantai, itu sekitar 700 meter dari bagian bawah perairan dalam bentuk pasir dan batu,” kata Sumo.