Tatramidia -ID – Wilayah Lipatulon, Desa Bozangsari, Kabupaten Sukabumi secara terpisah membagi setidaknya satu dan setengah keluarga di desa Pangimpunan.
Karena tanah longsor pada hari Rabu (04/12/2024), jalan dipotong di daerah pedesaan.
Dia dikonfirmasi oleh ayah, kepala divisi, ayah. Menurutnya, cuaca hujan yang luar biasa dengan intensitas tinggi pada hari Selasa dan Rabu telah memengaruhi tanah longsor di berbagai titik di wilayahnya.
Baca lebih lanjut: Gibran Rakabuming memandang posisi bencana di Sukabumi, ini adalah pesan dari Wakil Presiden
“Salah satu daerah yang rusak adalah desa Pangimpunan, desa Bosari, semua penduduk, termasuk anak -anak di sekolah, benar -benar terhalang oleh satu -satunya akses ke jalan dan tidak dapat diserahkan dengan empat roda,” Datting Tatterdo. ID, Jumat (12/06/2024).
Namun demikian, Langing mengatakan timnya cukup sulit untuk mencapai wilayah yang terisolasi dalam dua hari terakhir.
“Situasi ini menyulitkan kita untuk sampai ke tempat ini, terutama desa ini berada di perbatasan daerah Tsbitung dan Calibardar,” kata ayah Samang.
Baca lebih lanjut: Hujan lebat dan tanah longsor di Zamanculan Sukabumi, 4 rumah rusak dan 3 keluarga terlantar
Selain itu, menurut sang ayah, selain akses ke jalur untuk mencegah bantuan bencana, dampak lain yang dialami oleh penduduk desa Pangimpunan, adalah batas catu daya dan kurangnya sinyal telekomunikasi.
“Saat ini, penduduk yang terinfeksi membutuhkan kurung seperti beras, bahan makanan, karpet, dan selimut. Distribusi bantuan masih terganggu, tetapi kami berusaha menemukan cara untuk memenuhi persyaratan ini,” kata Dang.
Namun demikian, dengan kelompok sukarelawan, pemerintah adalah syarat untuk melakukan kondisi untuk kerja keras di desa Pangimpunan untuk akses sementara ke jalan.
Baca lebih lanjut: Gerakan Banjir dan Bumi di Pabuan Sukabumi 1 Korban mengeluh bahwa 470 keluarga lolos
“Sekarang hanya bisa melewati dua roda, jadi proses menghilangkan dan batas -batas distribusi bantuan harus secara manual,” jelasnya lagi.