Artikel 10 Jenazah Dievakuasi Korban Tertimbun Longsor di Karo Sumut pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Tim SAR dapat mengundurkan diri dari 10 korban yang dimakamkan oleh tanah longsor tadi malam (11/25).
Dari 10 penduduk yang dimakamkan oleh tanah longsor, semua korban dipindahkan ke kematian.
Seement: Baca: Dua Flash Flash Flash di Deli Serdang
Selasa (11/26/2024) oleh BNPB Pusat Informasi dan Komunikasi Abdul MUI pada hari Selasa (11/26/2024) oleh BNPB Pusat Informasi dan Komunikasi (ICTB) oleh BNPB.
Menurut Muhudi, kelompok bersama kepemimpinan Barz berfokus pada pencarian para korban di sekitar gedung tanah longsor.
“Korban meninggal pada Senin malam, sementara Abdul Mu’i mengatakan Selasa (11/66).
BACA: Situasi terbaru dalam banjir dan Landslam
Barnesites, Karo Regency BPBD, TNI / Poli, Relawan dan penduduk termasuk dalam TNI / Poluris dan Warga.
Koordinator Barz memutuskan untuk memastikan fitur keselamatan dan keselamatan tanah longsor.
“Mohami berkata,” Senin, JPBD dan dan agensi terkait masih dapat mengakses tanah longsor, “kata Muki.
BACA: Banjir lantai di banjir Tapanhli kanan
Sementara itu, tanah longsor di sekitar Masjid Sisi AL terletak di Gunung Ketujuh, Karrow, tidak sepenuhnya dibersihkan.
Artikel 10 Jenazah Dievakuasi Korban Tertimbun Longsor di Karo Sumut pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Artikel Diberdayakan BRI, Klaster Petani Salak Pondoh Asal Karo Sumut Raih Penghasilan 30 Juta Setiap Bulan pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Berbagai UMKM yang tergabung dalam klaster BRI turut terlibat memeriahkan acara tersebut.
Salah satunya datang dari Desa Kutambaru Kabupaten Karo Sumatera Utara yaitu Kelompok Tani Jaya Lestari yang membawa produk unggulan berupa Salak Pando.
Baca Juga: Transaksi BRImo jadi mudah dan aman dengan fitur transfer QRIS
Wulan, salah satu anggota kelompok, mengatakan salak Pondo tumbuh subur di Desa Kutambaru dan menjadi produk jualan utama warga.
Menurut Ulan, Salak menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan di sana sejak tahun 2005.
“Banyak orang di desa kami yang menanam salak. Seiring berjalannya waktu, hampir satu desa menjadi penghasil salak yang lengkap,” kata Ulan.
Baca Juga: Harga Spesial KPR BRI Property Expo Masuk ke Tanah Sinormas
Buah salak manis yang populer ini telah berhasil dibudidayakan dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan perekonomian desa Kuthambaru.
Pandoh Salak yang dikembangkan tim ini tidak hanya membantu petani tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan harga jual Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogram, produk Pandu Salak asal Desa Kutambaru kini semakin populer dan diminati di pasar lokal hingga mancanegara.
Baca Juga: Manisnya Bisnis Stroberi Klaster Mitra Berry Dengan Pemberdayaan BRI
Yang paling banyak peminatnya adalah konsumen lokal, misalnya Aceh. Namun salak kelompok ini juga diekspor ke Malaysia dan Thailand.
Panen dilakukan 2 minggu sekali, hasil panen mencapai 1-1,5 ton, menghasilkan omzet Rp 30 juta per bulan.
Artikel Diberdayakan BRI, Klaster Petani Salak Pondoh Asal Karo Sumut Raih Penghasilan 30 Juta Setiap Bulan pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>