Artikel Kisah BRI Tak Kenal Lelah Pemberdayaan Kelompok Usaha Tanah Miring Merauke pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Ini menceritakan kisah Augustina Etriollie dari Mantri (Penjualan Kecil) Bri di Unit Tenaga Kerja Tanah (Uber) Cub, Distrik Tana. Mellok, Papua Selatan.
Dia adalah Bri Mantri dan telah mengabdikan hidupnya untuk mendukung orang -orang di daerah terpencil, mempromosikan ekonomi desa dan membangun produk perbankan di komunitas kecil.
Baca juga: Diam di Liburan, Bri memungkinkan Anda membeli asuransi melalui aplikasi Biro Best Best
Augustana memulai perjalanan hidupnya di negaranya, Melok. Lahir dan dibesarkan di Papua Selatan, ia menggunakan masa kecilnya dengan seorang pemuda di sebuah kota kecil.
Sebelum bergabung dengan Bri, Augustuna bekerja di unit pegawai negeri ke -6 pada tahun 2010, tetapi Augustuna secara resmi bergabung dengan Bride sebagai penjual. Namun, pekerjaannya tetap menjadi keadaan darurat.
Seperti Bri Mantri, ditempatkan di unit tanah mendarat, ia juga harus menghadapi berbagai tantangan. Lokasi geografis unit pinggiran kota berjarak sekitar 30-45 menit dari Stasiun Mellok, dan sering menjadi penghalang.
Baca Juga: Penghargaan Bri Sabet 2 Informasi Publik2024, Agen Publik Warga Terbaik
Selain itu, infrastruktur jalan masih dalam sistem tanah membuat perjalanan menjadi sulit, terutama saat hujan. Namun, tantangan ini tidak menghilangkan hasratnya.
“Pasti ada kesedihan, terutama ketika Anda mencari debitur untuk menjadi klien. Kadang -kadang ada penolakan, tetapi setelah beberapa kunjungan, mereka akhirnya berharap untuk menabung. Berbaris Grup Bisnis
Tugas utama sebagai gawat darurat adalah memperoleh pelanggan untuk deposito dan pinjaman. Selain itu, ia juga bertanggung jawab untuk mengimplementasikan berbagai produk BRI, seperti pinjaman bisnis (KUR) dan agen Brilink untuk Laka Laka.
Tidak hanya pinjaman yang diedit, tetapi di bawah bimbingannya, beberapa desa di daerah target seperti desa Isenonvia menjadi desa target Bri.
Baca Juga: Grup Hackerbashe Hacker Serang Bri Wa, Pakar Mengungkap di Teguh Aprianto: Loungewear Group Group
Dia juga sepenuhnya disertai dengan promosi kelompok bisnis seperti CV Barokah Sayur, pilar hortikultura desa.
Artikel Kisah BRI Tak Kenal Lelah Pemberdayaan Kelompok Usaha Tanah Miring Merauke pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Artikel Rumah BUMN Jadi Jembatan Penghubung BUMN dan UMKM untuk Kolaborasi pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Program inisiatif Kementerian BUMN dirancang untuk memberikan solusi nyata bagi usaha kecil dan menengah untuk mengatasi berbagai kendala yang menghambat pertumbuhannya.
Rumah BUMN yang serba inklusif tidak hanya berfungsi sebagai wadah berinteraksi, namun juga berkomitmen meningkatkan kemampuan pelaku UMKM melalui pelatihan, perluasan akses pasar, dan fasilitasi pengajuan permodalan.
Baca Juga: BRI kembali menggelar pasar UMKM gemilang untuk mendorong perkembangan UMKM
Dalam program ini, Rumah BUMN yang dikelola BRI di Jakarta menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan bagi usaha kecil. Terletak di Jl. Letjen S. Parman, Kemanggisan, Palmerah, Rumah BUMN secara rutin menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan penindakan bagi para pelaku UMKM.
Koordinator Rumah BUMN Jakarta Jajang Rohmana memandang Rumah BUMN sebagai jembatan antara pelaku UMKM dengan berbagai peluang yang tersedia di pasar.
“Kami membantu perusahaan kecil dan menengah mulai dari proses pengemasan hingga distribusi, dan pelatihan yang kami berikan mencakup berbagai aspek penting seperti pemasaran dan pemasaran digital,” ujarnya.
Setiap bulannya, BUMN Jakarta menyelenggarakan 20-30 sesi pelatihan yang ditujukan untuk usaha kecil dan menengah. Setiap kursus pelatihan dirancang untuk mengasah keterampilan penting yang dapat segera diterapkan pada bisnis mereka.
Baca Juga: Hutan Bekas Tambang Bogor Berhasil Dipulihkan, Karya Nyata KTH Gandeng BRI Planting-Grow & Green
Mulai dari pelatihan pengemasan yang membantu produk UMKM tampil lebih menarik di pasar hingga pelatihan digital marketing yang mengajarkan cara memanfaatkan platform online untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami memetakan kebutuhan masing-masing UMKM, jika ada yang membutuhkan pelatihan digital marketing, kami siapkan, jika perlu pelatihan offline lagi, kami siapkan langsung di Rumah BUMN Jakarta,” jelasnya.
Lebih dari 6.000 usaha kecil dan menengah telah merasakan manfaat dari program ini, dengan mayoritas pesertanya berasal dari sektor makanan dan minuman (makanan dan minuman), fesyen, dan kerajinan. Jakarta khususnya didominasi oleh sektor makanan dan minuman, namun bisnis fesyen dan kerajinan tangan juga tidak jarang.
Hidupkan bazar UMKM yang gemilang
Artikel Rumah BUMN Jadi Jembatan Penghubung BUMN dan UMKM untuk Kolaborasi pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Artikel Strategi Pengelolaan Keuangan dan Investasi untuk Generasi Muda Salah Satunya Agar Terhindar Pinjol pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Maraknya pinjaman online (pinjol) juga menjadi perhatian BRI karena banyak anak muda yang terjerumus ke dalam perangkap tersebut. Menurut OJK, 12% pengguna pinjol terdiri dari pelajar dan pekerja, mayoritas adalah generasi muda. Kemudahan akses terhadap teknologi, persyaratan yang sederhana dan persetujuan yang cepat menjadi keunggulan Pinjol, namun juga menjadi tantangan bagi mereka yang tidak stabil secara finansial.
Untuk membantu mereka mengatasi tantangan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menawarkan strategi keuangan yang bertujuan untuk memberikan solusi cerdas bagi nasabah muda.
Baca Juga: BRI berencana memberdayakan eks migran dengan keterampilan dan pengetahuan
Direktur Bisnis Konsumer BRI Khandayani mengatakan Latte Factor merupakan salah satu pengeluaran kecil yang sering terabaikan, seperti membeli kopi, berlangganan pesawat, atau makan mewah.
Namun jika dihitung, biaya tersebut dapat menjadi beban finansial yang signifikan.
“Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengeluaran kecil seperti kopi, penerbangan berlangganan, atau makanan mewah. Mungkin terlihat kecil, tapi jika dijumlahkan, bisa menguras kantong Anda,” katanya.
Selain itu, rendahnya literasi keuangan di kalangan generasi muda dapat menimbulkan pemborosan sehingga banyak dari mereka yang tidak memiliki rekening bank, dana darurat, atau investasi. Khandayani menekankan pentingnya perencanaan keuangan, dimulai dengan membedakan keinginan dan kebutuhan.
Baca Juga: BRI ban akun 3K untuk lawan judi online
“Kebutuhan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Tanpanya, Anda tidak dapat menjalani kehidupan sehari-hari. Misalnya perumahan, pakaian, makanan dan minuman, biaya pengobatan, dll. Saat ini, kepentingannya adalah “Apa pun yang mungkin. Masih bisa diganti dengan produk lain, kalau tidak tersedia, tidak mengganggu kehidupan kita sehari-hari, seperti barang bermerek, peralatan baru dan lain-lain, ”ujarnya.
Manifestasi lain dari tren keuangan baru ini adalah munculnya bank online atau pinjol.
“Saat ini banyak generasi muda yang terlilit utang. Menurut OJK, pekerja dan mahasiswa merupakan institusi yang paling banyak berhutang (12%), generasi muda adalah pemimpinnya,” kata Khandayani.
Menurutnya, banyak penyebab masyarakat, khususnya kaum muda, terjerumus ke dalam perangkap utang, salah satunya adalah kemudahan akses terhadap teknologi dan internet.
“Pinjaman internet biasanya menawarkan program pengajuan yang mudah digunakan, persyaratan sederhana dan persetujuan cepat sehingga populer. Selain itu, kondisi keuangan belum siap untuk kebutuhan mendadak. Belum lagi keadaan nasabah yang tidak mengelola sistem keuangan dengan baik. . dan kurangnya informasi mengenai literasi keuangan memudahkan pengajuan pinjaman,” kata Khandayani.
Artikel Strategi Pengelolaan Keuangan dan Investasi untuk Generasi Muda Salah Satunya Agar Terhindar Pinjol pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Artikel Pelatihan Ekspor UMKM Binaan Upaya BRI Dorong Pengusaha Go Global pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>BRI melalui program BRI Peduli Sosial dan Lingkungan (TJSL), perseroan menyelenggarakan program pelatihan ekspor bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) hasil kerjasama BRI dengan Lembaga Penelitian BRI (BRIRIns) dan PPEJP.
Acara yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Pelayanan Ekspor dan Perdagangan (PPEJP) pada tanggal 29 hingga 31 Oktober 2024 ini diikuti oleh 30 calon eksportir yang juga dibantu oleh UMKM Belt and Road dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Anak Perusahaan BRI BRIDS Raih Juara Pertama Persaingan Pembukaan Rekening Efek Terbanyak di Bulan Perlindungan Investor 2024
Berdasarkan komitmen tersebut, Wakil Direktur BRI Budi Harto menjelaskan bahwa pelatihan ekspor ini dirancang agar peserta dapat menguasai keterampilan dasar ekspor untuk memperluas cakupan usahanya dari awal lokal ke pasar nasional dan merambah pasar internasional.
“Kami berharap pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro terus menjaga kualitas produknya dan pasar semakin terbuka sehingga dapat meningkatkan produknya dan memasuki pasar yang lebih besar,” kata Katul.
Katur mengatakan kegiatan ekspor masih menjadi peluang besar bagi UMKM untuk mengakses pasar global dan mengembangkan usahanya sehingga dapat meningkatkan statusnya.
Melalui program ini BRI berharap dapat membantu perusahaan agar lebih percaya diri dan siap memperkenalkan produknya ke pasar internasional.
Baca Juga: Dewan Pers Nilai Beasiswa One Belt One Road Journalism 2025 untuk Tingkatkan Kapasitas Jurnalis Indonesia
Dalam acara pelatihan ini, peserta mempelajari dasar-dasar ekspor, analisa pasar dan teknik SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Contracts), pengembangan produk untuk memenuhi kebutuhan internasional, dan strategi mencari pembeli di pasar global. Kami berharap dengan ilmu yang didapat, peserta mampu memulai langkah menuju kesuksesan sebagai eksportir baru.
Program pelatihan ekspor yang dilaksanakan BRI Peduli telah membawa banyak manfaat bagi banyak pelaku usaha lokal. Misalnya saja Ade Ariyati yang merupakan nasabah sekaligus pemilik UMKM Sambal Mak Kocai.
Sempat terkena PHK di masa pandemi Covid-19, Ade memberanikan diri membuka usaha kecil-kecilan untuk menghidupi dirinya dan keluarga. Dari tekad tersebut lahirlah ide untuk membuka usaha sambal tradisional.
Baca Juga: Belt and Road Initiative dan Kerja Sama Persatuan Pengusaha Muda Indonesia Dorong Kemajuan Pengusaha Muda
“Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang membutuhkan makanan sumber vitamin C untuk menunjang kekebalan tubuh. Cabai sendiri tinggi vitamin C, sehingga saya mulai berinisiatif menjadikan sambal sebagai produk komersil saya,” kata Ed.
Artikel Pelatihan Ekspor UMKM Binaan Upaya BRI Dorong Pengusaha Go Global pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Artikel UMKM Ubi Jalar yang Ungkap Keberhasilan dan Manfaat Pendampingan BRI pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Kegiatan yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan pasar UMKM BRILIAN yang digelar di kawasan BRI Park, Jakarta, pada Jumat (18/10/2024).
Salah satu UKM yang turut serta dalam pasar UMKM Inggris adalah Sayat, UKM binaan BRI yang menghasilkan produk andalan Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat yaitu keripik ubi jalar. Produk ini merupakan bagian dari Program Unggulan Perdesaan (Prukades).
Baca juga: Dorong Kemandirian Ekonomi dari Konten, Promedia x BRI Gelar Lab Produksi Konten di Semarang.
Keripik ubi jalar asal Kubu Raya merupakan inovasi lokal yang memanfaatkan sumber daya alam daerah yang melimpah. Pengembangan produk ini diawali dengan kondisi penurunan harga ubi jalar sehingga mendorong usaha kecil dan menengah untuk menciptakan nilai tambah dengan mengolah produk mentah menjadi makanan ringan yang bernilai tambah.
Dengan dukungan dan pendanaan BRI, UMKM ini berhasil meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memberdayakan masyarakat sekitar, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang terlibat dalam proses produksi. Keripik ubi jalar dibanderol dengan harga 10.000 Toman per bungkusnya.
Selain mengikuti pasar ini, UKM Keripik Ubi Kubo Raya juga merasakan manfaat dari program BRILiaN Village yang memberikan peluang pasar lebih luas melalui platform digital dan dukungan pemasaran yang diberikan BRI.
Baca Juga: Viral! Upaya Penipuan Agen BRILink Gagal Menggunakan Screenshot Bukti Gerak Palsu, Agen Bingung dan Malu
“Dukungan ini tidak hanya berupa pendanaan, namun kemudahan bertransaksi melalui BRImo dan sistem pembayaran digital berbasis QRIS yang membantu kelancaran operasional bisnis. , katanya.
Siyat berkata: Alhamdulillah kami telah bersama BRI sampai saat ini, khususnya para nasabah, sehingga kami bisa mendapatkan link iklan dan menjual produk kami. Saya berharap BRI dapat terus bermitra dengan UMKM Indonesia.
Harapannya BRI bisa terus menjalin kerjasama dengan para pelaku usaha kita di kota tersebut, jelasnya.
Marketplace UMKM BRILian tidak hanya menjadi wahana pengenalan produk Klaster UMKM kepada masyarakat luas, namun juga menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam memberikan dukungan menyeluruh kepada pelaku UMKM. Melalui berbagai kegiatan edukasi, BRI terus mendorong pelaku usaha kecil untuk memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Baca juga: Prabowo mendesak seluruh kementerian dan lembaga segera menerapkan pangan bergizi gratis yang tepat sasaran dan terukur.
Senior Vice President (SEVP) BRI Ultra Micro Mohammad Kendra Utama mengapresiasi pencapaian UMKM Klaster Keripik Ubi Jalar.
Artikel UMKM Ubi Jalar yang Ungkap Keberhasilan dan Manfaat Pendampingan BRI pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Artikel UMKM Keripik Pisang Ini Makin Berkembang Pesat dari Pemberdayaan BRI pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Salah satunya UMKM Keripik Pisang Njik Njik di Kabupaten Bakauheni Provinsi Lampung karya Riki Junaidi.
Bisnis keripik pisang ‘Njik Njik’ yang memulai usahanya pada 15 November 2015 semakin berkembang setelah mendapat izin dari BRI.
Riki banyak memanfaatkan buah pisang di sekitar Bakauheni untuk dijadikan keripik pisang sebagai oleh-oleh khas Lampung yang sangat populer di kalangan wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.
“Setiap wisatawan bertanya, di mana mendapatkan keripik pisang,” jelas Riki.
Baca juga: Viral! Nasabah BRILink gagal melakukan upaya penipuan dengan menggunakan tangkapan layar rincian transfer palsu, membingungkan dan mempermalukan karyawan
Namun bisnis yang dijalankan Riki bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan dalam genggaman tangan. Saat pertama kali membuka usahanya, ia kesulitan memasarkan produknya. Untuk mempublikasikan produknya, Riki akan memberikan tester kepada masyarakat selama tiga bulan.
“Kami ingin memastikan produk kami siap dijual sebelum diluncurkan secara resmi,” kata Riki.
Tak hanya kendala dalam memasarkan produknya, Riki juga menghadapi tantangan sumber daya manusia (SDM), namun ia mengatasinya dengan merekrut dan melatih rekanan dekat. Pembelian produknya dilakukan dengan sistem tunai di toko-toko lokal sehingga memudahkan pelanggan dalam mengaksesnya.
Satu hal yang membedakan ‘Njik Njik’ dengan kompetitornya adalah karena digoreng sebanyak tiga kali sehingga memberikan cita rasa unik yang sulit ditandingi. Saat ini penjualan keripik pisang ‘Njik Njik’ mencapai sepuluh juta rupiah per bulan.
Baca Juga: UMKM Ikan Asap Bulukumba Lewat Izin BRI Masuk Pasar Internasional, Pertumbuhannya Meningkat.
Riki mengapresiasi peran BRI dalam memberikan berbagai dukungan baik dari aspek pelatihan, pemasaran, hingga finansial.
“Kami berharap terus mengikuti pelatihan dan pameran yang diselenggarakan BRI untuk mendukung kemajuan UMKM kita,” ujarnya.
Berbagai program telah dilakukan BRI untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya dengan menggelar Bazaar UMKM BRILIAN yang bertujuan untuk memperluas penjualan dan pemasaran produk UMKM. BRI juga menggelar acara Bazaar UMKM BRILIan yang digelar pada Jumat (18/10/2024) di kawasan BRI Park, Jakarta.
Artikel UMKM Keripik Pisang Ini Makin Berkembang Pesat dari Pemberdayaan BRI pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Artikel AVIELLE TECH Pengusaha yang Sukses Kembangkan Usaha dari Potensi Jambu Citra Melalui Pemberdayaan BRI pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Salah satu varietas jambu air menjadi favorit dan dipopulerkan oleh para petani di Desa Menawan, Gebok, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Bahkan bibit jambu citra yang ditanam di Desa Menawan pun bukan berasal dari daerah tersebut, menurut informasi Siswadi, salah satu warga yang juga merupakan petani asli Desa Menawan. Ia mengatakan, desanya sebenarnya memiliki jenis jambu air jenis cinchalo.
Baca juga: Tumbuhnya Sektor UKM, BIS kembali selenggarakan program BRILLIAN Youth Entrepreneurship Empowerment 2024.
“Awalnya jambu cincalo tumbuh di desa kami, tapi pasarnya kurang populer.” Lalu ada petani di desa kami yang aktif berinovasi dan pergi ke Salaman daerah Magelang untuk membeli benih. Awalnya mereka tidak mengetahui jenis jambu itu, hingga akhirnya tumbuh dan ternyata itu adalah jambu citra” yang laris manis di wilayah Jakarta. kata Siswadi.
Saat ini di Desa Menavan rata-rata setiap rumah mempunyai jambu citra, sehingga di Desa Menavan jumlah jambu citra terus bertambah hingga mencapai ribuan pohon.
Melihat potensi citra jambu biji dan ilmu yang dimiliki Siswandi, akhirnya ia mengajukan Pinjaman Usaha Rakyat (KUR) ke BIS untuk merawat citra jambu biji yang ia gunakan untuk membeli pupuk dan pestisida. Bagi pria berusia 43 tahun ini, pemeliharaan pohon jambu citra harus optimal.
“Kamu tidak bisa mengkhawatirkannya secara sembarangan.” Pohon yang bunganya lebat ditempatkan pada jarak kurang lebih 20 cm agar hasilnya maksimal. Jambu biji tersebut kemudian dibungkus dengan plastik sebelum akhirnya dipanen,” jelas Siswadi.
Tak hanya untuk membeli pupuk dan pestisida, KUR BRI juga ia gunakan untuk membeli jaring perangkap predator jambu citra, yaitu kelelawar. Perlahan tapi pasti. Hampir enam tahun ia menjadi petani jambu citra, dan dalam kurun waktu tersebut Siswadi juga mendapat KUR dari BIS.
Baca juga: Tak kurang dari 2,6 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah akan menerima pembiayaan KUR BRI pada tahun 2024.
Awalnya Siswadi hanya memiliki 50 pohon jambu citra yang ia tanam sendiri. Namun karena tingginya permintaan pasar dan peluang usaha yang menjanjikan, Siswadi kini memiliki sekitar 150 pohon jambu citra. Dengan memanen ratusan pohon, Siswadi bisa menghasilkan sekitar tiga ton jambu citra.
Hasil panennya terlihat sangat memuaskan, namun bukan berarti Siswadi tidak pernah gagal dalam prosesnya. Tidak sekali, tidak beberapa kali. Bagi Siswadi, kegagalan satu kali bukan berarti kegagalan abadi.
Kegagalan panen, jelas Siswadi, biasanya disebabkan oleh gangguan hama yang menyebabkan pembusukan, pembusukan, dan bintik hitam pada buah. Umumnya juga disebabkan oleh musim, kadang hujan, kadang panas.
“Kalau tidak menyemprot insektisida, bisa terserang hama yang menyebabkan buah mudah busuk.” Jika tidak segera dibuang, bisa menular ke jambu biji sehat lainnya. Suatu ketika seratus bobot gagal karena bintik hitam dan busuk. sang kolektor tidak mau karena ada cacat sedikit pun, suatu malam dibawakan “Ke Jakarta bisa jadi sial,” aku Siswadi.
Artikel AVIELLE TECH Pengusaha yang Sukses Kembangkan Usaha dari Potensi Jambu Citra Melalui Pemberdayaan BRI pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>