Artikel Bantuan Kebencanaan Mengalir, Warga Desa Ciemas Bersiap Bangkit Pasca Bencana Hingga Rencana Relokasi pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Pengiriman bantuan ini dilakukan pada hari Kamis 26/12/2024) ke Ciemas Village Disaster Post.
Kepala desa Ciemas, Wisnu Handito, mengucapkan terima kasih dan terima kasih atas bantuan yang diterima.
Baca juga: Clain de Campo Palabuhanratu – Kiaradua Way, Bupati Sukabumi: Tidak berpengaruh pada akses ke pariwisata
“Dari hati terdalam, atas nama staf dan institusi, kami sangat berterima kasih. Saya harap hadiah ini adalah nilai yang baik untuk semua pihak, terutama bagi penduduk yang terkena dampak,” kata Wisnu kepada tim media.
Dia menjelaskan bahwa stok logistik saat ini diperkirakan bahwa kebutuhan minggu depan sudah cukup.
Namun, kebutuhan dukungan seperti trauma penyembuhan untuk anak -anak yang terkena selalu sangat diperlukan.
Baca juga: Sejarah Siswa Sukabumi Haru Korban Banjir Banjir dan Swabrs Swiss Geser, Terus Mind untuk lulus ujian meskipun kehilangan rumah
“Kami akan terus dikoordinasikan dengan dunia bawah. Jika memungkinkan, penyembuhan trauma ini segera dilakukan sehingga anak -anak dapat merasa nyaman lagi,” tambahnya.
Kondisi penduduk setelah banjir dan geser
Setelah dimulainya periode transisi intervensi darurat, sebagian besar penduduk kembali ke rumah.
Namun, jika ada hujan lebat, beberapa warga memilih untuk kembali ke stasiun darurat di kantor desa.
Lea juga: Bersamaan dengan Natal 2024 Apando Sukabumi Regency membagikan korban bencana bencana alam Sukabumi
“Banjir kali ini berbeda. Tidak hanya mengangkut air, tetapi juga lumpur dalam jumlah besar. Peristiwa cepat ini terjadi pada hari Rabu (4/12), di mana air yang berat meluap dan menusuk desa Ciames, sementara detasemen terjadi di desa Cijeruk,” kata Wisnu.
Artikel Bantuan Kebencanaan Mengalir, Warga Desa Ciemas Bersiap Bangkit Pasca Bencana Hingga Rencana Relokasi pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Artikel Korban Banjir Bandang Jembatan Merah dan Cikondang Sukabumi, Ribka Tjiptaning : Harus Direlokasi pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Ditemani petinggi partai PDIP Kota dan Kabupaten Sukabumi serta puluhan alun-alun berlogo Kepala Banteng, Ribka Tjiptaning mengunjungi lokasi terdampak banjir di kawasan Jembatan Merah Baros dan Cikondang Kota Sukabumi.
“Saya lihat di TV ada banjir di Kota Sukabumi. Awalnya saya tidak percaya, saya cek dan ternyata benar. Kebetulan saya ditugasi Bu Megawati untuk berkampanye ke seluruh Indonesia, jadi kebetulan saya punya waktu hari ini dan kebetulan hari ini saya berkampanye di Kota Sukabumi,” Ribka Tjiptaning, mantan anggota DPR-RI daerah pemilihan kota Sukabumi , dikatakan.
Baca juga: PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Minta DKPP Selesaikan Sengketa Pilkada Ribka Tjiptaning
Menurut Ribka Tjiptaning, sebagai pihak yang identik dengan rakyat kecil, mengaku terharu dengan keadaan warga terdampak bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Ribka Tjiptaning membagikan tempat tidur, selimut, pakaian anak, makanan, sembako, dan uang tunai kepada korban terdampak bencana banjir di dua tempat.
Di tengah terhentinya pesta demokrasi ke-5 Pilkada Kota Sukabumi 2024, momentum kampanye PDIP diusung dengan kunjungan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Baca juga: Surat Suara PDIP di Sukabumi Diduga Hilang dan Dicuri KPU Didesak Buka Kembali Kotak Suara
“Namun menurut saya, daripada melakukan kampanye dengan berteriak-teriak di atas panggung, lebih baik mengambil langkah spesifik, mengunjungi dan membantu masyarakat terdampak banjir bandang,” ujar Rebekah.
Di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu, ada Baguna (Otoritas Penanggulangan Bencana) yang bekerja ‘cepat’ membantu korban bencana tanpa membeda-bedakan pilihan politik.
Ribka Tjiptaning menegaskan, anggota Baguna telah mendapatkan pelatihan dasar penanggulangan bencana dan pengendalian operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang dilandasi semangat kemanusiaan dan nasionalisme yang kuat.
Baca Juga: Manusia Gunung Lewotobi Letusan Banjir Lahar Meresap Permukiman
“Sebenarnya di Kabupaten dan Kota Sukabumi sudah ada program pendidikan nasional. Kemudian untuk meminimalisir dampaknya, kami akan memberikan layanan pemantauan pendidikan karena di Kabupaten Sukabumi sering terjadi banyak (bencana), seperti angin puting beliung, tanah longsor, gempa bumi, baru dua kali saya menyaksikan bencana yang cukup besar di Kota Sukabumi,” kata Rebekah.
Untuk terus memantau korban banjir di Kota Sukabumi, lanjut Rebekah, diperlukan kajian mendalam dan mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana lanjutan.
Artikel Korban Banjir Bandang Jembatan Merah dan Cikondang Sukabumi, Ribka Tjiptaning : Harus Direlokasi pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Artikel Warga 6 Desa Korban Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki akan Direlokasi pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>Kegiatan ini dikelola langsung oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah.
Jarwansyah mengunjungi posko pengungsian untuk bertemu dengan kepala desa wilayah terdampak untuk memberikan penjelasan mengenai rencana pemukiman kembali warga terdampak, serta mendapatkan informasi dari pimpinan desa mengenai pemukiman kembali dan rekomendasi pemukiman baru bagi warga.
Baca juga: Gibran Rakabuming mengulas situasi pengungsi laki-laki terdampak letusan Gunung Levotobi di Flores, NTT
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi zona aman Gunung Levotobi Laki berjarak enam kilometer dari puncak.
Berdasarkan hal tersebut, enam desa direkomendasikan untuk direhabilitasi, antara lain Desa Klatanlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Boru, Desa Nawakote di Distrik Wulangitang, Desa Nobo di Distrik Il Boleng, dan Desa Dulipali di Distrik Il Bura.
Keenam desa ini terletak pada jarak 4 hingga 5 kilometer dari kawah Levotobi Laki, sehingga warganya pasti perlu mengungsi ke kawasan yang aman.
Baca juga: Kolom Letusan Tinggi 9 Km Meletus di Gunung Levotobi Utama, NTT di Flores Timur
Sementara itu, total penduduk enam desa yang akan dimukimkan kembali mencapai 2.209 kepala keluarga (KK), menurut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukapil) Wilayah Flores Timur.
Jarvansia juga menjelaskan kepada warga mengenai rencana rehabilitasi yang bisa dipilih.
Opsi pertama adalah pemukiman kembali secara terpusat, dimana tanah dan rumahnya disiapkan oleh pemerintah. Pilihan kedua adalah pemukiman kembali secara mandiri, yaitu warga membangun rumah di atas tanahnya sendiri yang disediakan oleh pemerintah, kata Jarvansia.
Baca juga: Usai Korban Meninggal Membengkak di Gunung Levotobi, Masyarakat Mengamuk dengan 10 Ledakan
Tipe rumah yang akan dibangun adalah rumah tahan gempa (Risha) tipe 36 dengan luas tanah 90 meter persegi per rumah.
Selain desa yang direkomendasikan untuk dievakuasi, ada juga desa yang mencantumkan rumah warga terdampak rusak yang tidak dievakuasi.
Artikel Warga 6 Desa Korban Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki akan Direlokasi pertama kali tampil pada AVIELLE TECH NEWS.
]]>