avielletech.com – Korban kekerasan dalam rumah tangga, menyirami air keras di Nagram, makan malam, akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Dedeh Kurniosih (46) Gerbang para korban air keras terakhir terinspirasi oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung, 21:45 Wib, Senin (2012-01-13).
Perhatikan bahwa pelaku air keras yang menyebabkan kematian korban adalah Gagan (59), yang tidak lain adalah suaminya sendiri.
BACA JUGA: Korban harian para korban meninggal
Gagan diduga sengaja meningkatkan air keras istrinya di rumahnya di Nara Rt 27/RW, Desa Pawenang, Distrik Nagrak, Sabtu, Minggu (29.02.2012).
“Korban diperlakukan dengan bandunge RSS. Pada titik ini, mayat itu dipindahkan ke tempat tinggal dan kemudian dibebaskan ke rumahnya di desa Pawenang di distrik Nagrak,” kata kepala polisi Nagrak Ipta Asep Suhriat).
Aseep Suhria melanjutkan, kehadiran kantor polisi Nagrak di acara pemakaman ini adalah bentuk penghormatan bagi para korban korban.
Baca juga: Trages! Pria itu mendorong air keras dengan cengkeraman, korban harus melakukan operasi mata dan operasi plastik
“Dan kehadiran polisi nasional harus lebih dekat dengan masyarakat untuk menciptakan satelit di masyarakat,” lanjut Aseep Suhria.
Tidak hanya seorang ibu yang terkena dampak penyemprotan air keras dalam peristiwa tragis yang diadakan pada hari Minggu lalu (2012-12-29) juga diarahkan oleh 3 anggota keluarga lainnya.
3 anggota keluarga lainnya yang terkena dampak air keras adalah MSA (18 tahun) dan Ag (12) korban anak dan D VNUK (4).
BACA JUGA: Kecurigaan baru fakta korupsi tentang impor gula: Sebelum memeriksa Tom Lembong dan Charles Sitterus
Di rumah sakit regional, Cibadak Securwangi Cibadak dirawat dengan empat korban, dua orang diumumkan untuk pulih dan dua korban lainnya diarahkan ke RSS Bandung.
Saat ini, korban satu anak masih merawat operasi plastik karena luka bakar yang terbakar.